Bookmark and Share

Saturday, February 27, 2010

Kejujuran

Oleh: Albert Hendra Wijaya


Arti jujur
Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.


Kenapa harus jujur?
Saya sering mendengar orang tua menasehati anak supaya harus menjadi orang yang jujur. Dalam mendidik dan memotivasi supaya seorang anak menjadi orang yang jujur, kerap kali dikemukakan bahwa menjadi orang jujur itu sangat baik, akan dipercaya orang, akan disayang orang tua, dan bahkan mungkin sering dikatakan bahwa kalau jujur akan disayang/dikasihi oleh Tuhan. Tapi setelah mencoba merenungkan dan menyelami permasalahan kejujuran ini, saya masih merasa tidak mengerti: "Kenapa jadi orang harus jujur?"

Thursday, January 28, 2010

Belajar Menghargai Orang Lain



Kata orang sih agak sulit menghargai orang lain. Bisa jadi pendapat ini benar. Karena secara fitrah, manusia selalu ingin “dihargai”, bukan “menghargai”. Artinya, manusia itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin “difahami”, namun jarang sekali berusaha untuk “memahami”. Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.

Dalam Islam, sikap menghargai orang lain merupakan identitas seorang Muslim sejati. Seorang yang mengakui dirinya Muslim, ‘wajib’ mampu menghargai orang lain. Baginda Rasulullah SAW menjelaskan, “Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

Saturday, January 9, 2010

Bukti Visual dari Pengaruh Doa, Perasaan Positif, dan Rasa Syukur (ind)



Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti visioner asal Jepang menerima sertifikasi dari Open International University sebagai seorang Doktor Pengobatan Alternatif (Doctor of Alternative Medicine). Pada awalnya ia mempelajari konsep molekul air di Amerika serta teknologi Analisis Resonansi Magnetik (Magnetic Resonance Analysis ). Penelitiannya terus berlanjut sampai ia membuka tabir misteri air yang ternyata struktur molekul air bisa dipengaruhi dengan doa, perasaan, pemikiran, musik, bahkan dengan tulisan nama seseorang.

Dr. Emoto meneliti pengaruh vibrasi dan kesadaran manusia terhadap air, dan mendapati bahwa molekul air bisa dipengaruhi atau dimanipulasi oleh berbagai jenis musik, seperti misalnya musik meditasi, klasik, pop, dan heavy metal.

Bukti dari pengaruh ini dapat dilihat ketika air yang diberi vibrasi musik dibekukan dan dilihat melalui mikroskop. Dari sana nampak adanya perubahan dan perbedaan bentuk air yang dibekukan. Air yang “diperdengarkan” musik pop dan klasik memiliki bentuk kristalisasi yang indah dibandingkan air yang diperdengarkan musik rock atau heavy metal. Hal ini memperlihatkan bahwa air itu seolah-olah hidup karena bisa merespon secara sadar dan unik tiap vibrasi yang diberikan.

Terinspirasi dengan hasil temuan pertamanya, ia memutuskan untuk mencobanya dengan kesadaran manusia. Dr. Emoto penasaran apakah kesadaran atau emosi manusia juga bisa mempengaruhi air.